• 12

    Dec

    [Sosial] Bakar Diri sebagai sebentuk kritik sosial

    Beberapa hari terakhir ini, perhatian masyarakat tertuju pada seorang pemuda yang membakar dirinya di depan Istana. Beragam tanggapan orang menyikapi fenomena yang tidak biasa itu. Ada yang bilang si pelaku protes atas kinerja pemerintah yang tidak memuaskan sampai yang mengatakan bahwa semua ini hanya untuk cari sensasi. Apapun motivasinya, hal itu mungkin selamanya akan jadi misteri berhubung si pelaku kini telah meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Menjatuhkan diri dalam kebinasaan, apalagi dengan cara membakar diri, jelas tidak diperbolehkan dalam ajaran Islam. Islam memerintahkan para pengikutnya agar selalu mencari cara-cara konstruktif dalam mengatasi persoalan dan ujian kehidupan. Namun, fenomena bakar diri seharusnya menjadi kritik pedas dan masukan berharga bagi pihak
  • 25

    May

    [Day 145] Rahasia Memaafkan

    Salah satu rahasia kesuksesan dari orang-orang besar adalah kesediaan mereka memaafkan. Rasulullah SAW berhasil membebaskan kota Makkah dari kekuasaan orang kafir Quraisy hanya dalam waktu 23 tahun karena beliau mudah memaafkan orang lain. Saat futuh Makkah, musuh-musuh beliau sudah tidak berdaya sehingga apabila beliau berkehendak, sangat mudah untuk memerintahkan pasukannya membantai penduduk Makkah hingga tak bersisa. Kebesaran jiwa Rasulullah yang membuatnya bersedia memaafkan menyebabkan kaum musyrikin Quraisy di Makkah berbondong-bondong memeluk agama Islam saat itu. Peristiwa itu dikenal dalam sejarah sebagai Fathu Makkah atau Kembalinya Makkah ke pangkuan kaum Muslimin. Demikian pula Ali bin Abi Thalib, yang malah tidak jadi membunuh musuhnya karena si musuh meludahi wajahnya.
  • 23

    May

    [Day 143] Indonesia vs Bani Israil

    Survey Indobarometer mengindikasikan bahwa sebagian, mungkin sebagian besar masyarakat, menginginkan kembalinya orde baru. Mereka mengingkan kehidupan yang relatif mudah untuk mendapatkan sandang pangan, yang penting dapur ngebul. Keinginan tersebut dapat dipahami dengan baik, masyarakat memang sudah muak dengan kehidupan pasca reformasi yang tak kunjung memberi mereka kesejahteraan material yang baik. Harga-harga terus merambat naik sehingga masyarakat, terutama yang miskin, seakan tak bisa berhenti mengencangkan ikat pinggang. Namun, banyak yang lupa atau pura-pura lupa bahwa kesuksesan pembangunan ekonomi di era orde baru sesungguhnya adalah sesuatu yang semu. Ekonomi berbasis utang luar negeri yang sebanarnya merupakan bom waktu yang bisa meledak setiap saat. Tumpukan mesiu itu
  • 20

    May

    [Day 141] Content, context, and coding

    Jika mau diringkas, komponen pembentuk sebuah website ada tiga macam, bisa kita bilang tiga C. C yang pertama adalah Content. Content is king, demikian pepatah yang berlaku di dunia Website. Sebagus apapun desainnya kalau tulisan yg didalamnya tidak berkualitas maka bakal ditinggalin. Lebih baik desainnya biasa saja tapi artikelnya berkualtias dan bermanfaat. Desain yang sederhana malah membuat sebuah website lebih cepat dan mudah untuk di-load ke komputer. Lomba QN ala Tobie ini membuat saya cukup kewalahan menyediakan content yang diperlukan namun saya tetap menikmatinya. Jeda 24 antar QN membuat tulisan yang dibuat lumayan bisa dipahami. Content juga merupakan senjata para internet marketer untuk mendapatkan pelanggan dan profit. Rahasianya adalah bagaimana kita bisa membuat
  • 16

    May

    [Day 137] Ikhlas

    Entah siapa yang memulai, namun kita sering mendengar bahwa perumpamaan ikhlas adalah seperti, maaf, BAB. Sesudah dikeluarkan, tidak perlu lagi dilihat atau dipikirkan. Mungkin itulah sebabnya banyak diantara kita yang amalnya sperti orang kebelet untuk ke belakang. Seperti sholat, saat salam terakhir diucapkan dan kepala ditengokkan ke kiri, saat itu timbul perasaan lega yang luar biasa. Alhamdulillah, sudah selesai. Itu pun terkadang dikerjakan di menit-menit terakhir, sekitar 30 menit sebelum waktu sholat yang bersangkutan berakhir dan masuk waktu sholat yang baru. Puasa pun demikian, yang penting tidak makan, minum atau berhubungan intim di siang hari. Sesudah adzan Maghrib berkumandang, rasa lega pun datang, kewajiban sudah tertunaikan. Sambil menghela nafas panjang, kita pun se
- Next

Author

Follow Me